Personal Development,  Personality,  Psychology

5 Tips Berjejaring untuk Introvert – Psych2Go

Berjejaring. Kata ini dengan sangat mudah terucap dari mulut-mulut para ekstrovert. Namun, bagi introvert kata ini seperti “the word who must not be named”. Sering kali kita mepertanyakan kenapa kita harus berjejaring, jawabannya bermuara pada karir dan sumber daya. Hal yang sulit dan tidak menarik untuk para introvert.. Namun, kegiatan yang memaksa kita keluar dari circle kita untuk berkenalan dengan circle lain di luar sana tak bisa dihindari juga. Berikut adalah 5 tips berjejaring untuk introvert seperti yang dirangkum dari Psych2Go

1. Talk about what brought you together

You are in the same place at the same time. Why? Mungkin di dalam sebuah seminar, bicarakan tentang kenapa/bagaimana proses berpikir kalian sampai bisa memutuskan untuk datang ke tempat tersebut. Mungkin kalian berjalan beriringan menuju sebuah ruang kajian di akhir pekan, coba bahas sebelumnya habis dateng ke kajian apa dan di mana atau setelah ini akan ke kajian apa. Atau bisa juga ‘gosip’ terkini tentang lingkungan para penuntut ilmu. Gunakan pertanyaan atau pernyataan. Yang penting ngobrol!

2. Try and find deep and solid similarity

Bukan tentang “sama-sama suka eskrim Burger King” (meskipun kadang berhasil). Maksudnya kesamaan yang identikal. Kesamaan suku (mungkin kalian perantau), ras (sama-sama melayu), kebangsaan (lagi di luar negeri), generasi (mungkin kalian late bloomer, toh enak kan bisa ngobrolin lagu thn 90an). Kesampingkan dulu soal politik (kecuali dalam konteks yang tepat- sikat) “but those that complain together, stay together.” Asalkan dijaga untuk tetap ringan dan terus tesenyum.

3. Ask Some follow-up question

Jika mereka sedang berbicara: ask a follow-up question. Tanya balik gaes. Gak mudah sih memang. Seperti, jika meraka menyatakan sebuah opini tertentu, tanyakan saja elaborasinya, minta diperjelas. Jika kurang masuk akal, penasaranlah. Tanyakan hal-hal rinci. Usahakan untuk senyaman mungkin ke arah personal dan filosofis untuk menghindari krik-krik ditengah percakapan. Tapi ingat, kalo tiba-tiba hening ya tak apa juga. it’s natural. Dont panic!

4. If you are talking, keep talking

Teruslah berbicara jika ada masih ada yang ingin dibicarakan. Jika terasa takut membosankan lawan bicara, tanyakan saja apakah kamu terlalu banyak bicara atau topiknya membosankan. Dengan ini akan lebih membuat kamu rileks. Ganti topik pembicaraan atau mulai bertanya kembali jika kelihatannya lawan bicara sudah tak catch up with the topic. Memberikan pertanyaan sangat baik karena bisa melepaskan tekanan dari diri sendiri serta menghindari awkward. Seperti tadi, agar lebih rileks. Just avoid those dead-end one word answer questions.

5. Putting it to test

Practice makes perfect. Kadang percakapan tak akan selalu berjalan baik, terutama di kali pertama mencoba. Jika awkward ya coba ganti topik. Lakukan terus sampai terbiasa. Meeting people is supposed to be fun, so just remember to relax!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *