• Al-Hikam Ibn 'Attaillah,  Ihsan,  Purification of the Heart,  Tasawuf,  Tazkiyatun Nafs

    Al-Hikam Ibn ‘Attaillah – Notes #02

    Your desire for isolation, even though God has put you in the world to gain a living, is a hidden passion. And your desire to gain a living in the world, even though God has put you in isolation is comedown from a lofty aspiration. “Hasratmu untuk menetapi tajrîd sedangkan Allah menempatkanmu pada kedudukan asbâb adalah syahwat yang samar. Sebaliknya, hasratmu terhadap asbâb padahal Allah telah menempatkanmu pada posisi tajrîd adalah wujud penurunan semangat dari tekad yang tinggi.” . Masing-masing dari keduanya mengutamakan pilihannya. Kedudukan mereka bergantung pada kepada siapa dan kepada apakah ia bersandar dalam meraih tujuan. Sebab, ketika seseorang bersandar kepada sesuatu maka ia akan mengabaikan yang lainnya.…

  • Al-Hikam Ibn 'Attaillah,  Ihsan,  Purification of the Heart,  Tasawuf,  Tazkiyatun Nafs

    Al-Hikam Ibn ‘Attaillah – Notes #01

    “Di antara tanda bersandar kepada amal adalah berkurangnya rasa harap ketika terjadi kesalahan.” Siddi Ahmad Zarruq berpendapat, “Bersandar adalah mengerahkan kekuatan kepada sesuatu. Penyandaran diri merupakan dorongan dari dalam diri yg muncul karena mengharapkan sesuatu dari yang disandari. Tandanya adalah mengutamakan sesuatu yang disandari dan selalu melihat kepadanya, baik ketika menghadap maupun di saat berpaling.” Amal yang dimaksud di sini ialah amal ibadah, seperti shalat dan zikir. Berkaitan dengan bersandar kepada amal, Siddi Ahmad Zarruq membagi manusia menjadi tiga golongan. Pertama, bersandar kepada amal. Golongan ini membatasi diri, mengabaikan karunia Allah, dan yang menjadi tujuan hidupnya adalah mengumpulkan amal. Ia berada dalam kedudukan “islam”, karena takut dan harapnya bersama amal.…